Jumat, 29 Februari 2008

Kekeringan Di Blora Mencekik Petani.

Blora, Suara Rakyat.

Pemanasan global yang sudah mencapai tahap mengkhawatirkan di seluruh dunia mengakibatkan tidak teraturnya musim di seluruh dunia termasuk di Indonesia.

Menurut Munawar salah satu pemuda cinta lingkungan Blora menyatakan keadaan yang berbahaya ini harus segera dicarikan alternatif penanganannya.

“Ini semua jelas ulah manusia sendiri. Pengrusakan lingkungan yang sudah bertahun-tahun tidak mampu dicegah bahkan semakin hari semakin parah. Akankah kita menunggu sampai bumi ini marah kepada kita karena kita dzalimi terus menerus. Saya berharap Pemerintah pro aktif mencegah kerusakan lingkungan. Dan masyarakat juga harus bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap lestari.” himbau Munawar.

Akibat yang paling parah juga dirasakan para petani di Blora.

Suwondo misalnya. petani dari Jepon ini gagal panen 2 kali. “Saat tanam pertama yang lalu kita sudah gagal. Sekarang ini tanaman kami yang kedua juga gagal mas,” ungkapnya sambil mengumpulkan padi yang tidak bisa dipanen untuk pakan ternak.

Suwondo berharap Pemda setempat mencarikan solusi bagi para petani agar kedepan tidak terjadi lagi seperti sekarang.

Dari pantaun SR disamping sawah Suwondo juga masih banyak padi yang dibiarkan oleh pemiliknya karena tidak bisa dipanen. Akanlah kehidupan petani selamanya seperti ini.(Bgs)

Tidak ada komentar: